Payment Gateway vs Jasa Bayar: Apa Bedanya?
Daftar isi
Payment gateway dan jasa bayar sama-sama berurusan dengan pembayaran, tetapi berada di sisi yang berlawanan. Payment gateway membantu merchant menerima uang dari pembeli. Jasa bayar membantu pembeli membayar merchant, terutama ketika kartu atau metode pembayaran lokal tidak diterima.
Karena perannya berbeda, biaya, risiko, dan siapa yang menanggung sengketa juga berbeda. Mencampuradukkan keduanya bisa membuat ekspektasi salah.
Payment gateway
Payment gateway adalah teknologi yang menghubungkan checkout merchant dengan jaringan pembayaran: kartu kredit, debit, e-wallet, transfer bank, atau QRIS. Contohnya Stripe, Midtrans, Xendit, dan layanan serupa.
Merchant memakai gateway untuk:
- Menampilkan halaman pembayaran.
- Mengirim data transaksi ke bank atau penerbit kartu.
- Menerima hasil otorisasi.
- Menyelesaikan settlement ke rekening merchant.
- Menangani refund dan sengketa.
Biaya gateway biasanya berupa MDR (merchant discount rate), misalnya persentase tertentu dari transaksi ditambah biaya tetap. Merchant yang membayar biaya ini, bukan pembeli.
Jasa bayar
Jasa bayar bekerja untuk pembeli. Kamu ingin membayar merchant luar negeri, tetapi kartu atau metode pembayaranmu tidak diterima. Penyedia jasa bayar membayarkan tagihanmu memakai akun atau kartunya, lalu kamu membayar penyedia dalam rupiah.
Jasa bayar biasanya dipakai untuk:
- Merchant yang hanya menerima PayPal atau kartu internasional.
- Langganan yang menolak kartu Indonesia.
- Pembelian satu kali tanpa kartu kredit.
- Tagihan dalam valas yang sulit dibayar langsung.
Biaya jasa bayar dibayar oleh pembeli, bukan merchant. Di Jasa Bayar, biayanya 3% dengan minimum Rp35.000 dan maksimum Rp100.000, ditambah kurs yang sudah mencakup margin.
Perbandingan peran
| Aspek | Payment gateway | Jasa bayar |
|---|---|---|
| Sisi | Merchant | Pembeli |
| Tujuan | Menerima pembayaran | Membayarkan tagihan |
| Biaya | MDR dari merchant | Biaya layanan dari pembeli |
| Contoh | Stripe, Midtrans, Xendit | Jasa bayar PayPal/kartu kredit |
| Sengketa | Ditangani merchant dan gateway | Dibantu penyedia, tergantung kebijakan |
| Kepemilikan akun merchant | Merchant | Penyedia |
Apakah jasa bayar itu payment gateway?
Bukan. Jasa bayar tidak memproses pembayaran untuk merchant dan tidak menyediakan halaman checkout untuk toko online. Ia membayar atas nama pembeli. Ada penyedia yang menawarkan kedua layanan, tetapi perannya tetap berbeda.
Kalau kamu punya toko online dan ingin menerima kartu, kamu mencari payment gateway. Kalau kamu ingin membayar langganan luar negeri, kamu mencari jasa bayar.
Siapa yang menanggung risiko?
Di payment gateway, merchant menanggung risiko chargeback dan fraud, meskipun gateway membantu mendeteksi dan menangani. Merchant bisa kehilangan dana jika kalah sengketa.
Di jasa bayar, penyedia menanggung risiko di sisi merchant karena pembayaran dilakukan dari akunnya. Pembeli menanggung risiko transfer ke penyedia. Karena itu, memilih penyedia jasa bayar yang transparan dan punya rekam jejak penting.
Baca apakah aman membayar lewat jasa bayar dan apa itu chargeback.
Kenapa merchant memakai keduanya?
Sebagian merchant besar menerima pembayaran langsung melalui gateway, tetapi juga mengizinkan pembayaran lewat PayPal. Di sisi lain, pembeli yang tidak punya kartu internasional bisa memakai jasa bayar untuk membayar merchant tersebut.
Jadi, gateway dan jasa bayar bukan pesaing langsung; mereka berada di lapisan yang berbeda dari rantai pembayaran.
Kesimpulan
Payment gateway adalah infrastruktur untuk merchant menerima uang. Jasa bayar adalah layanan untuk pembeli membayarkan tagihan. Kalau kamu bingung memilih, tentukan dulu posisimu: penjual atau pembeli.
Untuk memahami pihak yang menjual dan menagih layanan, baca apa itu merchant of record. Untuk alur pembelian, mulai dari cara order.